You Are Here: Home» Nasional » Pengeroyokan yang menimpa Yusuf, 31 tahun, santri Pondok Pesantren Riyadul Mu’minin, Jelambar Baru

TEMPO.CO, Jakarta - Pengeroyokan yang menimpa Yusuf, 31 tahun, santri Pondok Pesantren Riyadul Mu’minin, Jelambar Baru, Jakarta Barat, tak terkait pilkada DKI Jakarta. Menurut Karyono, Ketua RT 15 RW 10, Kelurahan Jelambar Baru, pengeroyokan ini terjadi akibat salah paham karena Yusuf menampar bocah berusia enam tahun di pesantren tersebut.


“Sama sekali tidak terkait Pilkada DKI,” kata Karyono, saat ditemui Tempo, Jumat, 10 Agustus 2012.

Karyono menjelaskan bahwa persoalan ini buntut dari penamparan yang dilakukan seorang santri, Rabu, 8 Agustus 2012 lalu. “Tidak benar ada isu tim sukses calon Gubernur DKI,” kata dia.

Menurut Karyono peristiwa ini berawal saat bocah berinisal N (6) bermain di pesantren. Karena si bocah membuat keributan dan mengganggu proses belajar, N ditegur dan ditampar oleh Yusuf. N lalu mengadu kepada ibunya, Renny, yang beralamat di Teluk Gong, Jakarta Barat.

Karyono menduga karena tak terima anaknya dipukul, Renny mengadukan masalah ini ke keluarganya. Adik Renny, Ronald, bersama beberapa kawannya mendatangi pesantren dan menghajar Yusuf. Mendengar keributan di pesantren, warga di RW 10, tempat pesantren tersebut berada, lalu keluar dan mencari Ronald.

Sadar dirinya dalam bahaya, Ronald kabur ke rumah Rian Hartono, suami Renny, yang letaknya di ujung gang. Warga yang mengejar Ronald lalu mengerubungi rumah Rian Hartono dan merusaknya. Beruntung, tak berselang lama kemudian polisi segera datang dan membawa Ronald ke Kepolisian Sektor Tanjung Duren.

Tam Kim Lyang, 50 tahun, ibu Rian Hartono, yang sedang sendirian di rumah tak menduga rumahnya didatangi Ronald. “Dia langsung sembunyi,” kata Karyono. Tak lama kemudian, ratusan orang mengepung rumahnya dan merusak jendela dan pintu.

Karyono mengatakan persoalan ini sama sekali tidak berhubungan dengan Pilkada DKI. Dia heran dengan orang yang menghembuskan isu ini menjadi bentrokan antarpendukung calon Gubernur DKI. Bahkan, akibat kejadian ini, rumah Rian Hartono yang dijadikan tempat Ronald bersembunyi sempat dikepung ratusan orang. “Kemarin dijaga polisi,” kata dia. Hari ini, kondisi di lingkungan pesantren berangsur-angsur normal kembali.

Tags: Nasional

0 komentar

Leave a Reply